Amadea K. Nastiti


just an exquisite cat lady around

Imaging and Color

Artikel ini merupakan review dari kuliah komputasi biomedis pada tanggal 29 Mei 2012. Graphics atau image merupakan citra digital, yang sering ditemui dalam komputer. Citra digital ini memiliki satuan berupa pixel, sehingga untuk mengubah citra ini menjadi citra real yang memiliki satuan cm/inch, digunakan satuan konversi DPI (dot per inch).

Pada citra digital tiap pixelnya tentu memiliki nilai warna. Nilai warna ini berfungsi sebagai kode untuk mendeskripsikan tiap warna. Pada dasarnya warna pada citra digital dapat dibagi menjadi tiga warna dasar, yaitu merah, hijau dan biru. Warna dasar ini pun terbagi menjadi dua tipe, yaitu additive dan subtractive. Warna additive didapat dari cahaya, yaitu warna dasar RGB. ketiga warna ini jika digabungkan menjadi warna putih, dan menjadi basis dari layar TV maupun komputer. Sedangkan warna substractive merupakan substraksi dari cahaya, yaitu warna cyan, magenta, dan yellow. Warna ini merupakan basis dari print warna dan kombinasi ketiganya menghasilkan warna hitam.

warna subtractive

warna additive

Colour Wheel berfungsi untuk membantu pemahaman dalam hubungan antar warna serta klasifikasi warna. Pada komputer, tiap warna dihasilkan dari beragam kombinasi warna dasar RGB, dengan skala masing masing. Tiap warna memiliki skala dari 0 hingga 255 (atau 24 bit).

The Color Wheel yang umum digunakan

Citra dihasilkan dalam beragam format, dimana format awal dari citra ini adalah Raw Data. Raw data menyimpan informasi pada tiap pixelnya, karena itulah dibutuhkan memori yang cukup besar. Sehingga kini banyak format kompresi gambar, antara lain BMP (kualitas paling baik, ukuran besar), PNG, hingga JPG (kualitas biasa saja, ukuran kecil). Kompresi yang dilakukan merupakan penyederhanaan data, dimana diambil rata-rata atau smoothing dari beberapa pixel agar ukuran gambar menjadi lebih kecil. Hal ini menyebabkan terdapat data yang hilang dari gambar tersebut. Sehingga jika gambar ini pada nantinya diperbesar kembali, hasilnya akan blur/pecah. Seberapa baik kualitas gambar yang diperbesar ini biasanya juga bergantung pada seberapa baik transformasi program untuk menentukan perkiraan warna yang ada pada pixel data yang hilang. BMP atau bitmap memiliki memori palet yang berisi semua warna yang ada pada gambar.


1. jinemfebriasesa

pada : 13 June 2012

"Hai Amadea :)
apa pengaruhnya jika sebuah gambar jpeg di save kembali sebagai file bmp? apa kualitasnya akan jadi lebih baik?"


2. amadea

pada : 20 June 2012

"hai jinem :)
gambar yang sudah berupa .jpeg tentu sudah melalui proses kompresi dan interpolasi, sehingga kualitasnya tentu tidak sebaik file .bmp. jika suatu file .jpeg dikonversi kembali ke file .bmp sepertinya akan menghasilkan kualitas yang tidak jauh dari file .jpeg, hanya saja size nya akan lebih besar karena tidak adanya kompresi :O
bagaimana menurut anda? :) terimakasiih :D"


3. satrio

pada : 22 June 2012

"haloo :) saya ingin menanyakan apakah semakin benyak kandungan pixel dari suatu gambar menandakan semakin bagus kualitas gambar tersebut? Terimakasih :)"


4. amadea

pada : 01 July 2012

"halo satrio :)
makin banyak kandungan pixel pada gambar tentu menunjukkan makin besar ukuran gambar tersebut, dimana mungkin jika di zoom gambar juga gak bakal pecah gitu ya? paling gak lebih baik daripada gambar yang kecil :)
terima kasih :D"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :