Amadea K. Nastiti


just an exquisite cat lady around

Contoh Sistem Linear dan Non Linear

Artikel ini merupakan Ujian Tengah Semester Mata Kuliah Sistem Cerdas 2012. Dimana disini saya akan membahas contoh-contoh sistem linear dan non linear.

Berikut merupakan sedikit review yang sudah pernah saya tuliskan pada artikel Artificial Intelligence:


Seperti yang kita ketahui, sistem linear merupakan fixed system, dimana pada kasus linear, suatu input memiliki output tertentu yang sudah fix, dimana dalam sistem ini cukup digunakan linear programming dalam prosesnya. Non linear programming sebaiknya hanya digunakan pada kasus-kasus yang memiliki kesensitivitasan tinggi. Dalam sistem ini, penggunaan linear programming tentu akan membingungkan program itu sendiri, sehingga digunakan non linear programming. Mengapa sistem ini dikatakan sensitif? Jadi sebenarnya input tersebut memiliki masing-masing output tertentu, namun mengapa dianggap sama? Karena output yang dimaksud sangat sensitif memiliki masing-masing poin yang sangat berdekatan, dimana daya pisahnya sangat kecil, sehingga kadang keadaannya dianggap sama. Hal ini berlaku dalam beberapa input yang memiliki output yang sama, serta pada input yang memiliki beberapa output yang berbeda.

Dari penjelasan di atas, maka kita dapat membedakan seperti apa sistem linear dan non linear. Misal pada sistem linear, pemrogramannya menggunakan pemrograman konvensional, dimana contohnya dalam kehidupan sehari hari misalnya mesin ATM (Automatic Teller Machine).

ATM

ATM - sumber kiriman uang mahasiswa :D

Pada mesin ATM, input user berupa command tombol berupa perintah dan angka. Dalam outputnya pun tentu sudah pasti, jika user ingin mengambil uang, mentransfer sejumlah sekian, membayar tagihan, serta beragam hal lainnya. Berikut contoh dari diagram alir cara kerja ATM.

Contoh transaksi dengan menggunakan ATM

Sehingga karena kasus yang ditangani tidak sensitif, maka pemrogramannya dapat diselesaikan dengan pemrograman linear. Sedangkan pada sistem Non-linear, umumnya diaplikasikan pada sistem yang memiliki kesensitifan tinggi. Misalnya pada contoh-contoh sebelumnya, yaitu pada robot BigDog, Asimo, dan robot-robot pintar lainnya. Pada robot BigDog, yaitu bagaimana cara robot untuk dapat menyeimbangkan diri, kemudian berjalan melewati halang rintang. Pada robot Asimo, yaitu bagaimana robot dapat berlaku seperti manusia, bahkan berlari. Selain itu juga pada games seperti The Sims, Angry Birds, ataupun pada game Catur. Tingkat kesensitivitasan pada game Angry Birds misalnya, dimana banyak hukum fisika yang dipengaturi gravitasi, gaya tumbukan, dan bermacam-macam gaya yang diberikan dari burung yang dilontarkan ataupun barang-barang yang berjatuhan.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   ">