Amadea K. Nastiti


just an exquisite cat lady around

Artificial Intelligence

Artikel ini membahas tentang kuliah Artificial Intelligence pada tanggal 4 April 2012.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, non linear programming sebaiknya hanya digunakan pada kasus-kasus yang memiliki kesensitivitasan tinggi.
Berikut bagan untuk membedakan kasus fixed yang sensitif dan tidak:

non and linear programming

Contoh sistem pada linear dan non linear programming

Dari bagan sistem di atas terlihat perbedaannya, dimana pada kasus linear, suatu input memiliki output tertentu yang sudah fix, dimana dalam sistem ini cukup digunakan linear programming dalam prosesnya.

Sedangkan pada bagan kedua, terlihat lebih kompleks dengan input yang memiliki beragam jenis output, maupun output yang dapat berasal dari input yang berbeda. Dalam sistem ini, penggunaan linear programming tentu akan membingungkan program itu sendiri, sehingga digunakan non linear programming. Mengapa sistem ini dikatakan sensitif? Mari kita lihat bagan di bawah ini:

non linear zoom

Penjelasan pada output Non Linear Programming

Jadi sebenarnya input tersebut memiliki masing-masing output tertentu, namun mengapa dianggap sama? Karena output yang dimaksud sangat sensitif memiliki masing-masing poin yang sangat berdekatan, dimana daya pisahnya sangat kecil, sehingga kadang keadaannya dianggap sama. Hal ini berlaku dalam beberapa input yang memiliki output yang sama, serta pada input yang memiliki beberapa output yang berbeda. Salah satu jenis dari non linear programming adalah Artificial Intelligence.

Apakah Artificial Intelligence itu?

Pada awalnya Artificial Intelligence diciptakan karena manusia ingin dapat berinteraksi dengan mesin layaknya berinteraksi dengan manusia. Maka dari itu dibutuhkan mesin yang mampu berpikir layaknya manusia, dimana Artificial Intelligence merupakan implementasi dari bagaimana manusia berpikir. Pada awal penciptaannya, Artificial Intelligence diaplikasikan pada permainan catur, yang memiliki beragam kombinasi langkah yang tidak menentu, karena disesuaikan dengan langkah lawan yang diambil pula tentunya. Sehingga dalam program tersebut Artificial Intelligence dapat mengambil keputusan menuju goal yang ditentukan sebelumnya.

Bagaimana cara kerja Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence tidak dapat langsung bekerja begitu saja, namun pada awalnya, kita harus mengumpulkan semua masalah yang akan dibahas oleh Artificial Intelligence ini. Masalah disini adalah beragam kondisi serta kemungkinan yang akan dilalui oleh Artificial Intelligence dalam perjalanannya menuju goal. Goal disini merupakan hasil akhir yang diharapkan, dimana Artificial Intelligence akan berhenti bekerja jika goal telah terpenuhi. 

menuju goal

Menuju goal

Setelah mengumpulkan masalah, kemudian klasifikasikan semua masalah yang ada dalam sebuah pohon permasalahan. Sehingga makin detil suatu masalah dapat diklasifikasikan, dimana peletakan masalah dalam cabang yang tepat, maka makin baik pula hasil keputusan yang dapat diambil oleh Artificial Intelligence.

Mengapa menggunakan Artificial Intelligence?

Artificial Intelligence bekerja dalam pohon masalah, dimana berbeda dengan program linear yang hanya bisa sekali jalan bergantung pada arahan user (jika tidak mencapai goal maka ia akan berhenti atau error), Artificial Intelligence dapat bergerak sendiri tanpa adanya arahan dari user maupun kembali pada awal cabang permasalahan dan berpindah ke cabang yang lain jika ia tidak dapat mencapai goal yang diinginkan, hingga pada akhirnya dapat mencapai goal.

sudah goal

Sudah goal lhooo :O

Perpindahan ini pun tidak atas arahan dari user, namun dengan beragam cara misalnya dengan expert system, dengan didasarkan pada knowledge, mencoba beragam cara dengan berpindah-pindah, sehingga tidak kaku seperti program linear. Konsep heuristik, yaitu Artificial Intelligence akan mencari cabang yang paling dekat dengan jawaban dan menelusurinya, walaupun belum tentu benar. Atau dengan konsep Monte Carlo, dimana digunakan peluang atau probability untuk menentukan langkah yang akan diambil. Selain itu Artificial Intelligence juga dapat diprogram untuk menanyakan keadaan pada user untuk menentukan tiap langkah yang akan diambil menuju goal.

Kapan menggunakan Artificial Intelligence?

Penggunaan Artificial Intelligence khususnya jika dibutuhkan pengambilan keputusan tanpa ada arahan dari user. Perbedaan dari Artificial Neural Network yang harus dibuat kurva, jika suatu masalah tersebut dapat dibuat pohon permasalahan, maka digunakanlah Artificial Intelligence. Dalam aplikasinya, Artificial Intelligence banyak digunakan dalam robotika, misal untuk menentukan keputusan kapan robot bergerak dan kemana ia akan bergerak.


1. Shaffira D. G.

pada : 22 April 2012

"Halo Dea!
Blog ini menarik sekali! Saya terutama suka tulisan tentang Artificial Intelligence ini, karena penjelasannya sangat detil dan mudah dipahami oleh orang-orang yang tidak mendalami bidang ini sekalipun.
Pertanyaan saya, dalam konteks perkembangan teknologi Indonesia, sebenarnya sudah sejauh mana sih cabang ilmu ini dikembangkan? Dan apa dampak negatif dari pengembangan artificial intelligence yang berlebihan?"


2. Shaffira D. G.

pada : 22 April 2012

"Halo Dea!
Blog ini menarik sekali! Saya terutama suka tulisan tentang Artificial Intelligence ini, karena penjelasannya sangat detil dan mudah dipahami oleh orang-orang yang tidak mendalami bidang ini sekalipun.
Pertanyaan saya, dalam konteks perkembangan teknologi Indonesia, sebenarnya sudah sejauh mana sih cabang ilmu ini dikembangkan? Dan apa dampak negatif dari pengembangan artificial intelligence yang berlebihan?

Shaffira Diraprana G.
Fakultas Pengetahuan Ilmu Budaya
Universitas Indonesia"


3. Amadea

pada : 28 April 2012

"Halo juga Shaffira :)
Terima kasih atas komentarnya :) Sebenarnya saya masih kurang tau tentang bagaimana perkembangan AI dalam teknologi di Indonesia, namun sebenarnya AI juga sudah banyak diaplikasikan dalam beragam hal, misal robot, dan mungkin di Indonesia perkembangannya juga cukup baik, mengingat banyak karya robot anak Indonesia yang makin kreatif, juga banyak program-program buatan Indonesia yang tidak kalah dari buatan luar :)
Sebagai dampak negatifnya mungkin makin lama Artificial Intelligence dapat menggantikan peran manusia pada pekerjaan yang lebih baik dikerjakan oleh AI. Selain itu mungkin juga dapat membuat manusia jadi lebih 'malas' karena pekerjaan2 bisa dikerjakan oleh AI. Yah, itu juga bergantung bagaimana kedepannya sih :) siapa yang tahu :D"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :