Amadea K. Nastiti


just an exquisite cat lady around

Overview Sistem Cerdas

Mata kuliah Sistem Cerdas ini saya ambil saat saya menempuh semester 6. Kuliah Sistem Cerdas saya diawali dengan... tidak ada kuliah pada minggu pertama... serta juga pada minggu kedua -_-" Sehingga saya pada awalnya tidak memiliki gambaran tentang kuliah Sistem Cerdas ini seperti apa.

Kucing ikut bingungBingung kaya apa yaa *mikir*

Kemudian pada minggu ketiga, yaitu tanggal 14 Maret 2012, dimulailah introduction berupa Overview Sistem Cerdas.

Apakah Sistem Cerdas itu?

Sistem cerdas adalah sistem yang mampu melakukan penalaran dalam ketidakpastian (uncertainty), ketidaktepatan (imprecision), kebenaran sebagian (partial truth), pendekatan (approximation).

Lofti A.Zadeh

Dari pernyataan diatas, Sistem Cerdas dapat membuat komputer atau robot memiliki perasaan. Perasaan disini adalah tindakan dan pengambilan keputusan yang tidak hanya sebatas 'ya' dan 'tidak', '0' dan '1'. Logika berpikir dalam Sistem Cerdas tidak seperti logika pemrograman konvensional pada umumnya, seperti yang digunakan pada pemrograman Delphi, C++, ataupun MatLab. Sehingga saat pengenalan ini, dosen saya, Bapak Soegianto Soelistiono mengatakan: 'Dalam kuliah ini, buang jauh-jauh pemikiran Anda tentang pemrograman konvensional, karena Anda pasti tidak nyambung'. Jadi anggap saja kita lupakan apa itu Delphi, bahasa C, dan lain-lain hahaha :D

Dimana Saya?? Siapa Saya???

Delphi? Apaan ya itu?

Konsep dasar dalam Sistem Cerdas adalah:

  1. Artificial Neural Network merupakan konsep bagaimana otak manusia bekerja, dimana otak manusia terdiri atas sel saraf yang memiliki network. Network atau jaringan ini dirumuskan menjadi sebuah persamaan matematis sehingga dapat diaplikasikan pada prosesor. Seperti apakah persamaannya? Saya juga belum dapat membayangkannya haha :p
  2. Artificial Intelligence atau Kecerdasan Buatan merupakan kelanjutan dari Artificial Neural Network, yaitu konsep bagaimana manusia berpikir, dimana komputer diharapkan dapat berlaku dan mengambil keputusan seperti manusia, serta dapat belajar dari permasalahan yang ada dan dapat mengambil keputusan yang lebih baik.
  3. Fuzzy Logic atau Logika Samar, merupakan perasaan yang ditanamkan pada komputer, dimana seperti yang dijelaskan di atas, sehingga komputer dapat mengambil keputusan 'diantara 1 dan 0' atau dengan kata lain, komputer dapat memiliki toleransi, unsur rasa, atau 'kira-kira'. Komputer juga dapat memiliki kesensitifan dari input yang diberikan sehingga berpengaruh dalam output yang didapat. Fuzzy Logic ini sendiri diperkenalkan oleh Prof.Dr. Lotfi Zadeh yang berasal dari Pakistan, walaupun pada awal publikasinya sempat ditolak di Amerika, sehingga Fuzzy Logic pada awalnya berkembang di Jepang.

 

Mengapa Sistem Cerdas dibutuhkan?

Sistem Cerdas digunakan untuk meningkatkan kerja komputer, sehingga tanpa perintah spesifik dari manusia komputer dapat mengambil keputusan terbaik. Juga dengan perintah yang ambigu dan tidak jelas misalnya, sehingga otomatis memudahkan pekerjaan, komunikasi dan interaksi pada manusia yang menggunakannya.

amazed

Luar Biasa!

Implementasinya dimana?

Implementasi dalam sistem cerdas dalam robot misalnya:

Dalam video di atas dapat disimpulkan ketiganya menggunakan Sistem Cerdas, karena jika dinalar dalam bahasa pemrograman konvensional, hampir tidak mungkin direalisasikan karena mungkin perintahnya saja sudah membuat pusing T.T Untuk Robot BigDog misalnya, sekedar perintah 'while' 'if else' 'for' saja tidak mungkin cukup untuk membuat pergerakan robot menjadi tetap seimbang. Disinilah kemampuan robot untuk 'kira-kira' dibutuhkan.

Aplikasi lainnya yaitu dapat dilihat dalam beragam game yang ada saat ini, mulai dari game Chess dimana kita dapat memilih untuk melawan komputer seakan-akan melawan manusia. Game WarCraft, Age of Empire, The Sims juga memiliki sistem ini, karena lawan kita seakan-akan 'hidup'. Misalnya, karakter akan mengeluarkan jurus tertentu untuk melawan jurus yang kita gunakan, serta penggunaan jurus yang juga tidak selalu sama. Contoh lain adalah kemampuan karakter untuk tidak 'asal jalan' misalnya dalam The Sims, karakter kita tidak akan asal menabrak sofa, meja yang diletakkan disekitarnya. Bahkan sang karakter juga akan 'protes' dengan berteriak dan atau melambai pada Anda jika dia tidak dapat menemukan jalan menuju tempat yang dituju.

lift sims

Mau masuk lift semua kan? Sampe marah-marah gitu ih

Game yang sedang populer saat ini, Angry Birds juga menggunakan sistem cerdas. Jika anda pernah memainkannya, game ini menggunakan strategi dimana kita harus membuat sudut lemparan dan kekuatan lemparan yang tepat untuk mengenai sasaran. Apakah hasilnya selalu sesuai perkiraan Anda? TIDAK JUGA ;) karena game ini seperti yang dijelaskan di atas, memiliki kesensitifan input yang kadang outputnya pun kita tidak tahu pasti, dimana apakah sang burung marah mengenai sasaran? Lihat sajalah haha.

angry birds

Simpel. Ngeselin. Tapi bikin ketagihan :p

Masih banyak lagi contoh implementasinya dalam game dan robot. Mungkin dalam perkembangannya lagi robot akan menjadi makin mirip manusia, sehingga seperti dalam film-film Science Fiction dimana robot dapat membuat manusia jatuh cinta, menikah, menggantikan semua pekerjaan manusia bahkan menguasai dunia! Apakah itu mungkin dapat terjadi? Bagaimana pendapat anda? Mohon komentarnya dibawah :)


1. Betty Purnamasari

pada : 18 March 2012

"jika artificial intelligence menganut konsep bagaimana manusia berpikir, apakah artificial neural network merupakan bagian dari atrificial intelligence?
terimakasih"


2. jinemfebriasesa

pada : 18 March 2012

"Halo Amadea :)
Setelah mengetahui tentang Sistem Cerdas dan konsep-konsep yang ditawarkannya, menurut anda mana yang lebih baik dan manakah yang anda lebih pilih abtara sistem cerdas atau logika konvensional?"


3. Amadea

pada : 18 March 2012

"@jinemfebriasesa halo juga jinem :)
menurut saya walaupun sistem cerdas lebih moderen tetapi otomatis juga lebih (njelimet) ya :) jadi ada kekurangan dan kelebihannya juga, kalo suru milih saya melihat aplikasinya dulu mau buat apa :) kalo buat kalkulator aja kan gak usah pake sistem cerdas jg tidak masalah kan :) terimakasih.."


4. Shindu Ramandita

pada : 19 March 2012

"bagaimana cara kita menanamkan kepada sebuah sistem untuk dapat melakukan penalaran terhadap ketidakpastian, sebagian benar, dan seperti Prof.Lofti katakan tersebut sehingga alat/benda yang kita gunakan mampu memiliki AI seperti beberapa video yang terlampir?
Wassalam :)
"


5. Prahesa Kusuma Setia

pada : 10 April 2012

"Halo Amadea,
Memang kalau membaca materi tentang sistem cerdas selalu asyik buat saya, bukan hanya agar kita bisa menciptakan sesuatu yang seru (seperti robot) tetapi juga kadang membuat kita sadar dan bersyukur atas betapa kompleksnya otak manusia, bagaimana manusia bisa berpikir dan bagaimana manusia mengolah informasi :D
nice post! :D

Prahesa Kusuma Setia
Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Indonesia"


6. Amadea

pada : 10 April 2012

"@Betty:
Artificial Intelligence dan Artificial Neural Network merupakan dua hal yang berbeda, walaupun pada aplikasinya dapat saling membantu satu sama lain :) untuk lebih jelasnya bisa baca posting saya tentang Artificial Neural Network dan Artificial Intelligence tersendiri :)

@Shindu
Untuk lebih jelasnya dapat membaca posting saya dalam bahasan AI ya :)

@Prahesa
Benar sekali, otomatis juga membuat kita terkagum-kagum atas ciptaan-Nya, dan betapa luar biasanya kemampuan otak manusia :)

Terima kasih :D"


7. Ardian Candraputra

pada : 11 April 2012

"Halo Amadea,
Wah baru pertama saya mendapatkan pengetahuan seputar pemrograman sistem cerdas. Ternyata untuk hal "simpel" seperti game menggunakan sistem yang cukup kompleks seperti ini ya.

Jadi tertarik menggabungkan keilmuan anda dengan saya nih. Dalam keilmuan saya, misalkan ambil contoh dalam suatu peleburan tembaga di dalam tanur secara garis besar terjadi berbagai reaksi kimia dan butuh ditambahkan berbagai macam bahan dalam kondisi tertentu yang mungkin terjadi. Selama ini dalam industri hal tersebut diawasi dalam suatu program yang hanya menggunakan logika konvensional berdasarkan penulis sebutkan diatas.

Pertanyaannya, apakah mungkin digunakan sistem cerdas dalam sistem di atas ? Sehingga bisa secara otomatis akan ditambahkan bahan yang dibutuhkan tanpa operator awasi terus menerus ? ataukah sistem logika konvensional sudah cukup baik ?
Mohon maaf jika pertanyaannya aneh karena saya sangat awam di masalah pemrograman, hehe. Terima kasih !

Ardian Candraputra
Teknik Metalurgi, Institut Teknologi Bandung"


8. Ananda Friska

pada : 11 April 2012

"Halo Dea :)
Selama ini saya mengetahui mengenai Sistem Cerdas hanya sebatas outputnya saja. Melalui post kamu ini saya jadi tahu program-program di balik itu. Interesting!
Tetapi mengetahui hal-hal seperti ini terkadang membuat saya kagum sekaligus "ngeri", seperti yang kamu coret di post di atas. Manusia yang menciptakan robot, tetapi nantinya justru kita yang akan dikendalikan mereka. Kadang jadi wondering apakah orang-orang yang menciptakan program pernah memikirkan efek tsb.


Ananda Friska
Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia"


9. Nico Iswaraputra

pada : 18 April 2012

"Interesting, sebagai pengamat perkembangan teknologi ane tertarik pada sistem cerdas karena memudahkan pekerjaan kita dari masa ke masa. pasti bakal ada konsekuensi dari perkembangan sistem cerdas terutama pemakaian perangkat lunak, computers replace human. tapi bayangan ane itu masih cukup agak lama sih terwujudnya karena investasi yang dibutuhkan untuk mengembangkan infrastruktur baru dengan sistem baru pasti sangat besar (dalam hal implementasi sistem cerdas di bisnis).
anyway, pemakaian teknologi sistem cerdas untuk produktivitas individual dalam aktivitas keseharian sangat ditunggu-tunggu karena dapat membantu kita memecahkan suatu permasalahan dengan lebih matang dan memudahkan kita mengkontrol segala pekerjaan kita fufufu

Nico Iswaraputra
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia"


10. Amadea

pada : 28 April 2012

"Halo juga Ardian :)
Sebenarnya mungkin saja untuk menggunakan sistem cerdas dalam contoh yang anda berikan ya, yaitu dengan menggunakan AI dan fuzzy logic dalam programmingnya, sehingga dalam penambahan bahan dan reaksi kimia yang terjadi dapat diatur tanpa perlu adanya pengawasan operator terus menerus seperti yang anda katakan ya :) Terima kasih atas komentarnya :D

Halo juga Ananda :)
Efek samping yang saya maksudkan itu memang banyak digambarkan dalam film-film sci-fi, hanya saja jika apakah itu akan terjadi tentu kembali bergantung pada kita sendiri :) selain itu tidak mungkin lah manusia dapat menyamai makhluk ciptaan-Nya :) Terima kasih atas komentarnya :D

@Nico:
Iya benar sekali, perkembangannya tentu dibutuhkan banyak perubahan-perubahan dalam infrastruktur penunjang dalam sistem :) Hha kan salah satu tujuannya juga memudahkan manusia :D Terima kasih atas komentarnya :D"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :   ">